banner 728x250

Bersama Dinas Pendidikan Marianto Dalam Reses, Siap Kawal Aspirasi Guru TK/PAUD

banner 120x600

BABEL ONLINE II Bangka – Anggota DPRD Kabupaten Bangka dari Fraksi PKS Dapil Pemali Bakam dan Puding Besar Marianto di hadapan puluhan Guru TK/PAUD maupun bersama Dinas Pendidikan akan mengawal aspirasi yang telah disampaikan di kegiatan reses tersebut.

Bersama Marianto, hadir langsung Plt Kadis Dindikpora Kabupaten Bangka, Boy Yandra, Himpunan Pendidik, Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) serta para Guru TK/PAUD di Kecamatan Pemali dan Sungailiat, Minggu (14/12/2025) Pagi.

Kepada Babel Online, Ketua HIMPAUDI Kabupaten Bangka, Kamisa, menjelaskan pertemuan hari ini menjawab kegelisahan dari para Guru TK/PAUD khusus Kecamatan Sungailiat dan Pemali, umumnya yang ada di Kabupaten Bangka. Ada 3 permasalahan tadi sudah disampaikan melalui anggota DPRD Bangka, maupun Dinas Pendidikan.

“Alhamdulillah, tadi sudah kami sampaikan apa yang menjadi kegelisahan kami selama ini. Baik terkait kesekretariatan, insentif dari para guru TK/PAUD kita, maupun berkaitan dengan bea siswa untuk para guru dan juga tenaga kependidikan kita,” terang Kamisa.
Dikatakannya, terkait kesekretariatan nanti dalam waktu dekat HIMPAUDI rencananya nanti akan bersurat langsung kepada Bupati Bangka. Kemungkinan besar nantinya akan dikawal langsung Dinas Pendidikan serta Komisi I DPRD Bangka.

“Intinya dalam surat kami nanti antara lain, kami dari Himpaudi ingin sekali mempunyai sekretariat (kantor-red). Selama ini memang kita tidak punya sekretariat yang permanen. Kasian kalau teman-teman kita berasal dari kecamatan-kecamatan ingin ada acara atau kegiatan, maupun sekadar mampir bertamu ke Himpaudi,” ungkapnya.

Berikutnya, masalah insentif Guru TK/PAUD tadi juga sudah disampaikan dalam reses ini. Baik kepada bapak Marianto, maupun kepada bapak Boy Yandra dari Dindikpora Kabupaten Bangka.

“Kami juga berterima kasih, terkait insentif para guru di tahun 2026 tetap dianggarkan, walaupun tidak ada kenaikan seperti tahun sebelumnya. Kami tau dengan kondisi dan keuangan yang ada di Pemkab Bangka tidak mungkin dapat dinaikkan lagi,” kata Kamisa.

Terakhir, terkait beasiswa untuk para Guru TK/PAUD, bagaimana mereka para Guru ini mau kuliah dan mendapatkan sarjana kalau penghasilan perbulan saja sekitar Rp 400 ribu rupiah. Padahal dulu ada program dan kebijakan dari pemerintah terkait beasiswa ini.

“Kalau melihat dinamika sekarang ini kita sebagai guru TK/PAUD harus di tuntut oleh Pemerintah harus memiliki gelar sarjana untuk tetap bisa mengajar pada lembaga pendidikan. Dan kami-kami guru senior ini, pernah mendapatkan beasiswa Pemerintah sebesar Rp 400 ribu rupiah. Makanya kami perlu sampaikan ini di kesempatan reses DPRD bersama Dindikpora Bangka,” ungkap Kamisa.

Sementara itu, Plt Kadis Dindikpora Bangka, Boy Yandra, menyampaikan memang tadii ada beberapa pertanyaan disampaikan ke pihaknya. Dan perlu di garis bawahi bahwa usulan dan aspirasi yang disampaikan nanti akan segera ditindaklanjuti.

“Terkait dengan insentif tadi, khusus para guru TK/PAUD masih kita anggarkan. Dan untuk SD dan SMP tidak ada lagi di tahun 2026. Karena keterbatasan anggaran kita. Terkait kesekretariatan tadi, silakan nanti Himpaudi buat pengajuan proposalnya dan nantinya akan kami kawal untuk audiensi langsung dengan pak Bupati Bangka,” jelas Boy.

“Terkait beasiswa tadi, nantinya akan kami usahakan, dan harus di urus dulu di tingkat Kelurahan, Kecamatan, terakhir ke dinsos Bangka untuk persyaratan pengajuannya. Kalau memang masuk DTKS pada dinsos kita, insya allah akan dapat. Kita nanti akan kirim dimana dia akan kuliah nanti, apakah di Bangka atau luar Bangka,” tambahnya.

Disisi lain, Marianto, dalam penjelasannya, mengungkapkan kegiatan reses merupakan kegiatan rapat di luar kantor. Regulasi serta aturannya mengacu pada UU 32 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah.

“Bahwa DPRD, Bupati dan wakil Bupati itu adalah penyelenggara pemerintah daerah. Kalau Bupati dan wakil Bupati bertanggung jawab atas masyarakat, sedangkan DPRD bertanggung jawab khususnya masyarakat di daerah pemilihannya (Dapil-red). Dan itu diamanahkan dalam peraturan, sehingga aspirasi masyarakat itu merupakan bagian tanggung jawab dari Dapil kita, dalam hal ini Pemali, Bakam, dan Puding Besar,” terang Marianto.

Ditambahkannya, Guru TK/PAUD, dan TPA adalah mereka-mereka yang nantinya akan membangun pondasi pembangunan hingga 2045 (Indonesia emas-red). Para Guru-guru ini sudah punya alas yang kuat untuk dapat membangun pondasi Bangka ke depannya.

“Dari usia sedini mungkin, mereka sudah punya alas yang kuat untuk membangun pondasi Bangka ke depan. Pendidikan dan karakter itu penting. Terkait insentif, bukan hari ini saja kita perjuangkan. Dan itu sudah sejak beberapa tahun lalu kita perjuangkan. Kami bersama kawan-kawan dari komisi I DPRD akan terus menyuarakan serta akan terus mengawal aspirasi yang disampaikan oleh para guru TK/PAUD dan TPA ke depan,” tukasnya. (AM)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *