BABEL ONLINE II Bangka – Aksi Damai yang dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa bersama Masyarakat di PT Gunung Maras Lestari (GML) mempertanyakan kelanjutan Plasma diharapkan warga terdampak di Kabupaten Bangka, Senin (9/2/2026) Siang.
Adapun aksi damai tersebut dihadiri oleh perwakilan Mahasiswa, warga masyarakat, Polres Bangka dan Gabungan Polsek yang berada di Jajaran Polres Bangka. Dan juga Perwakilan PT GML.
Koordinator aksi menyampaikan bahwa, kedatangan mereka dalam aksi damai kali ini, dalam rangka mempertanyakan hak-hak yang diharapkan oleh masyarakat terkait dengan plasma yang belum dibayarkan kepada masyarakat.
“Jangan Bodohi Kami!”
Kalimat tegas tersebut terpampang nyata di baliho-baliho tuntutan yang dibawa massa. Ada empat poin krusial yang dilayangkan masyarakat kepada manajemen PT GML.
• Desakan agar PT GML segera menyerahkan kebun plasma tanpa alasan.
• Penolakan terhadap NOP dan CUP PT GML.
• Menolak perpanjangan HGU PT GML jika plasma tidak terealisasi.
• Tuntutan untuk menangkap direksi PT GML yang diduga melakukan praktik “main mata” dengan oknum aparat desa.
Ketua Pelaksana dari pihak mahasiswa yang menjadi korlap aksi menyatakan, kehadiran mereka adalah untuk menjadi penyambung lidah rakyat yang selama ini tersumbat. Ia mengungkapkan adanya dugaan gelap di balik mandegnya hak plasma ini.
”Kami mendengar keluh kesah warga. Ada dugaan gratifikasi terhadap enam kepala desa di sekitar wilayah operasional. Ini baru praduga tak bersalah, tapi aromanya sangat kuat. Warga sudah bosan dengan janji yang terus ditunda,” tegasnya di hadapan awak media.
Ia menambahkan bahwa aksi ini adalah tindak lanjut karena mediasi sebelumnya tidak membuahkan hasil maksimal bagi rakyat. Mahasiswa menegaskan bahwa PT GML sebagai perusahaan asing harus patuh pada aturan Pemerintah Indonesia, bukan justru “membajak” hak masyarakat lokal.
“Warga tidak pernah merasakan manfaat plasma 20 persen itu. Hari ini kami tidak butuh janji, kami butuh jawaban konkret. Jika tidak, jangan salahkan jika masyarakat mengambil langkah yang lebih tegas,” tambah sang orator.
Hingga berita ini diturunkan, massa masih bertahan di depan portal masuk PT GML sembari menunggu pihak manajemen keluar untuk memberikan penjelasan. Aparat kepolisian tampak berjaga di lokasi guna memastikan aksi tetap berjalan kondusif namun tetap dalam pengawalan ketat.
Sementara itu, Kabag OPS Polres Bangka, AkP Astrian Tomi, Seijin Kapolres Bangka, AKBP Deddy Dwitya Putra, menyampaikan bahwasanya pada hari ini Polres Bangka menurunkan sebanyak 82 Personil terdiri dari Gabungan Polsek-Polsek yang berada di Jajaran Polres Bangka.
” Silahkan kepada warga dalam hal ini, ingin menyampaikan aspirasinya, kami dari pihak kepolisian akan mengawal dan juga akan mendampingi, apa saja tuntutan yang ingin disampaikan kepada pihak perusahaan,” tukasnya. (AM)

















