BABEL ONLINE II Kabupaten Bangka – Wakil Gubernur Bangka Belitung, Hellyana, dalam keterangannya, menjelaskan dirinya sesuai arahan pemerintah pusat maupun sesuai kebijakan daerah mendukung ketahanan pangan yang digalakkan oleh masyarakat khususnya yang berada di Provinsi Bangka Belitung.
Hal tersebut disampaikan Hellyana, kepada Babel Online, dikonfirmasi setelah dirinya menghadiri kegiatan panen Cabai di Wisata Embung Bumang Desa Kemuja, Kecamatan Mendo Barat, Sabtu (28/3/2026) Pagi.
Dikatakan Hellyana, komitmen Pemerintah daerah dalam hal ini Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sangat jelas mendukung program ketahanan pangan daerah sesuai instruksi Pemerintah pusat.
“Panen cabai untuk lahan kurang lebih 350 hektar hari ini telah mencatatkan hasil yang memuaskan. Capaian ini pun menjadi bukti nyata bahwasanya untuk tata kelola bidang pertanian terencana dan berkelanjutan akan berbanding lurus dengan produktivitas dan kualitas hasil panen yang diharapkan,” kata Hellyana.
“Alhamdulillah hari ini kita diundang dalam rangka panen cabai, dan dalam mendukung ketahanan pangan. Adapun lokasi ini juga telah ditanami komoditas lainnya seperti, padi dengan hasil yang sangat memuaskan. Hal ini membuktikan jika dirawat dan juga dikelola dengan baik, maka hasilnya pun akan berkualitas. Ke depan, kita harapkan kualitas dan kuantitasnya terus meningkat,” tambahnya
Lebih lanjut, Hellyana, menyampaikan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi dan juga masyarakat merupakan langkah yang konkret, dalam membangun fondasi untuk ketahanan pangan yang kokoh di Bangka Belitung. Ia mendorong agar semangat ini ditiru oleh daerah lainnya.
“Panen cabai ini merupakan hasil dari kerja keras para petani kita. Ke depannya, kita sangat berharap adanya kerjasama dari pemerintah daerah melakukan hal serupa guna menciptakan ketahanan pangan yang kuat di Bangka Belitung,” ungkapnya.
Ditambahkan Hellyana, terdapat beberapa komoditas yang ditanam selain cabai yaitu padi, sayuran dan tanaman pangan lainnya, sebagai bagian dari strategi diversifikasi produksi pangan daerah. Langkah ini dinilai penting memperkuat kemandirian sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan warga masyarakat dan daerah.
”Pembinaan desa berbasis kolaborasi lintas sektoral menjadi wujud nyata bahwasanya pembangunan adalah tanggung jawab kita bersama, bukan hanya pemerintah semata.
Semangat ini harus terus kita jaga. Dengan gotong royong dan sinergitas, serta inovasi, saya optimistis ketahanan pangan Bangka Belitung akan semakin kuat ke depannya,” tukasnya. (AM)

















