BABEL ONLINE II Bangka – Yayasan Same Same Berkah kini telah memiliki 2 Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baik yang ada di wilayah Kecamatan Pemali maupun di Kecamatan Sungailiat, tepatnya di lingkungan Parit Parit. Dari kedua SPPG tersebut, sebanyak 7.236 menu disediakan setiap harinya kepada penerima manfaat terdiri dari anak-anak TK/PAUD, siswa-siswi SD, SMP, SMA, maupun ibu-ibu hamil serta menyusui di Kabupaten Bangka, Selasa (21/10/2025).
Berdirinya kedua SPPG itu, tidak terlepas dari Kolaborasi dan Sinergi antara Yayasan Same-Same Berkah bersama Pemerintah Kabupaten Bangka (Pemkab Bangka) dalam memberikan dukungan maupun supportnya selama ini. Tentunya hal itupun akan terus ditingkatkan.
Selain itu, Yayasan Same-Same Berkah pun, berkomitmen setiap bulannya memeriksa kesehatan para relawan di kedua SPPG itu, maupun kepada warga masyarakat sekitar yang ada di kedua SPPG tersebut berada dengan pengobatan secara gratis.
Kepada Babel Online, Kwartanto, yang akrab disapa, Ko Ato, selaku pendiri serta ketua Yayasan Same-Same Berkah, mengatakan
pada hari ini bagaimana regulasi Yayasan bersama dengan Pemkab Bangka dengan telah hadirnya 2 SPPG ini. Baik yang berada di Desa Pemali, maupun di lingkungan Parit Pekir Sungailiat.
“Dalam proses pembuatan dapur kami pun selama ini telah banyak dibantu/didukung oleh pemerintah Kabupaten Bangka atau Pemkab Bangka. Terutama dinas kesehatan yang telah memberikan pelatihan kepada semua relawan dapur kita. Maupun dalam memberikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) untuk dapur kita di Pemali. Yang merupakan satu-satunya untuk di Bangka Belitung,” terang Ko Ato.
Kemudian lanjut Ko Ato, Dinas Tenaga Kerja Perindustrian dan Perdagangan (Disnaker Perindag) yang juga telah membantu dalam memberikan pedoman terkait update harga bahan pokok (Sembako-red).
“Jadi kami dengan pihak disnaker perindag itu setiap hari, mengirimkan kami terkait dengan update harga-harga sembako yang ada di pasaran. Untuk menjadi patokan kami dalam membeli bahan baku yang ada di Kabupaten Bangka,” jelas Ko Ato.
Ko Ato juga menjelaskan, pihaknya juga berterima kasih kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Yang selama ini telah banyak membeikan masukan dan informasi terkait masalah sanitasi dan limbah.
“Kami juga berterima kasih kepada dinas lingkungan hidup telah menjadi konsultan kami, untuk masalah sanitasi dan limbah,” tukasnya. (AM)













