banner 728x250
TNI  

Tinjau Barang Bukti Opskamla TNI AL,. Kasal: Berkat Sinergitas Bersama Satlap Tri Cakti

banner 120x600

BABEL ONLINE II Bangka – Setelah menyaksikan demonstrasi kemampuan Alutsista TNI Angkatan Laut, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) melaksanakan peninjauan langsung terhadap barang bukti hasil dari pelaksanaan Operasi Keamanan Laut (Opskamla) TNI AL yang dilaksanakan secara sinergis bersama Satlap Tri Cakti.

Barang bukti tersebut berupa komoditas timah balok, pasir timah, serta logam tanah jarang (LTJ) diantara seperti Zircon, Elmenite dan juga Monazite yang berhasil diamankan sepanjang Tahun 2025 hingga 2026.

Total barang bukti yang berhasil disita meliputi: Total timah sitaan sebanyak 496,892 ton terbagi menjadi: antaranya,
1.Total balok timah siap jual:183,142 ton.
2. Total bijih timah: 313,209 ton.
3. Total timah cetak: 0,541 ton

Total timah koin: 0,121 ton. Dan seluruh komoditas tersebut ditaksir bernilai sekitar Rp. 173.644.528.000 (± Rp. 173,6 miliar). Total sitaan logam tanah jarang (LTJ) sebanyak 10.762,117 ton terbagi menjadi: Monazite: 9.380,784 ton. Zircon: 1.381,333 ton. Eliminate (masih proses perhitungan).
keterangan: Nilai monazite dan logam tanah jarang lainnya belum dapat dihitung sebagai revenue karna belum ada regulasi di indonesia.

Dalam penjelasannya, Kasal Laksamana Muhammad Ali, mengungkapkan bahwa keberhasilan terkait pengungkapan dan pengamanan tersebut merupakan bentuk komitmen TNI AL dalam mendukung kebijakan Pemerintah untuk menindak secara tegas praktik pertambangan ilegal (ilegal Mining) serta penyelundupan sumber daya alam yang dapat merugikan keuangan negara dan juga menimbulkan kerusakan lingkungan.

“Langkah inipun sejalan dengan Arahan Presiden Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto, dalam upaya pemberantasan tindak pidana di sektor sumber daya alam. Seluruh upaya dalam penyelundupan tersebut telah berhasil digagalkan melalui pengawasan dan penindakan pada jalur darat dan laut,” tegas Kasal.

Kasal menambahkan, selain komoditas tambang, turut serta diamankan sarana pendukung berupa 2 (dua) unit kapal, 1 (satu) unit truk, 1 (satu) unit mobil jenis SUV, dan 1 (satu) unit mobil jenis pick up.

“Pemilihan wilayah Bangka Belitung sebagai lokasi latihan didasarkan pada nilai strategisnya sebagai salah satu jalur pelayaran penting dan wilayah perairan yang memiliki potensi kerawanan” terang Kasal.

Melalui latihan Anti Akses dan Anti Amfibi ini TNI AL diharapkan semakin siap dalam menguji kesiapan tempur guna untuk mengantisipasi berbagai bentuk ancaman yang dapat mengganggu keamanan laut nasional. TNI AL menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan laut Indonesia, sekaligus mendukung terwujudnya stabilitas bagi kawasan dan keamanan maritim nasional.

“Total estimasi sitaan timah: 496,892 ton estimasi nilai ± RP. 173.644.528.000, terbagi menjadi total balok timah siap jual 183,142 ton , total bijih timah : 313,209 ton, total timah cetak : 0,541 ton, dan total timah koin : 0,121 ton,” tukasnya. (AM)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *