BABEL ONLINE II Bangka – Ketua DPD PKS Kabupaten Bangka, Marianto, S.Sos, M.A.P, dalam kegiatan buka puasa bersama yang dihadiri pengurus DPD, DPC berasal dari 8 Kecamatan, maupun Ranting yang berada di Desa Pemali, Karya Makmur dan Sungailiat menyampaikan pernyataannya seperti ini, Minggu (1/3/2026) Sore.
Marianto, dalam sambutannya, mengatakan bahwa kegiatan buka puasa bersama bukan sekadar agenda rutin tahunan. Dirinya juga menegaskan bahwasanya bulan Ramadhan adalah momentum untuk memperkuat hubungan antara partai dan masyarakat.
“Acara buka bersama ini bukan hanya sebagai rutinitas kegiatan Ramadhan, tapi bagaimana PKS memberi peran untuk bersilaturahmi dengan masyarakat dan bagaimana PKS juga memberi solusi atas permasalahan masyarakat. Dan momen ini kita manfaatkan dengan rahmat, barokah, dan ampunan dari Allah SWT,” ungkapnya.
“Semoga puasa kita dari hari pertama dan hingga hari ini diterima oleh Allah SWT. Dan sebulan berpuasa menjadi motivasi untuk terus istiqamah dalam kebaikan 11 bulan ke depan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Marianto, mengungkapkan mudah-mudahan kebaikan pada bulan Ramadhan ini, dapat di teruskan magnet kebaikannya. untuk 11 bulan berikutnya.
“Maka pada kesempatan ini nanti, kita dengarkan bersama-sama makna yang disampaikan dalam tausyiah oleh ustadz Fadilah Sabri nanti, kita maknai,” terang Marianto.
Memasuki acara inti, ceramah agama yang disampaikan oleh Ustadz Fadillah Sabri, Rektor Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, yang mengangkat berbagai isu keumatan dan kebangsaan. Adapun dalam ceramahnya, ia pun menyoroti kondisi umat Islam saat ini serta pentingnya peran politik dalam membawa perubahan.
“Dari semua negara Islam yang berani melawan Amerika dan Israel hanyalah Iran,” jelas Fadilah.
Partai politik seyogyanya paham sejarah lahirnya Pancasila. Ia pun secara singkat membahas hubungan antara Pancasila dan Islam.
“Partai politik adalah pergerakan, kita berharap partai ini (PKS-red) punya peran dalam perbaikan bangsa,” tegasnya berapi-api.
Ia juga mengingatkan bahwasanya kondisi kekinian Islam sedang tidak baik-baik saja. Kegiatan ini diakhiri dengan buka puasa bersama dalam suasana penuh keakraban. Para hadirin tampak menikmati hidangan sambil berbincang santai.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat Ramadhan tidak hanya berhenti pada ritual ibadah, tetapi juga mampu melahirkan kepedulian sosial, memperkuat persatuan, serta mendorong kontribusi nyata dalam memulihkan kondisi umat dan bangsa. (AM)

















