banner 728x250
Berita  

Gelar Advokasi Pencegahan Kekerasan terhadap Anak 2026, Kolaborasi Densus 88 Bersama DP3ACSKB Provinsi Babel

banner 120x600

BABEL Online II Pangkalpinang — Upaya dalam perlindungan dan pencegahan kekerasan terhadap anak terus menjadi perhatian bersama terkhusus di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Maka dari itu dalam rangka memperkuat edukasi dan kesadaran masyarakat Densus 88 berkolaborasi bersama pihak DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Menjadi narasumber dalam kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap anak yang telah digelar di ruang rapat Inspektorat Kota Pangkalpinang, Kamis (21/5/2026).

Kegiatan tersebut juga menghadirkan 50 Audien dari berbagai unsur pemerintah, tokoh masyarakat dan Duta cegah anak, pemangku kepentingan yang memiliki perhatiannya terhadap masa depan generasi muda di Bangka Belitung.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta sinergitas yang kuat dalam mencegah berbagai bentuk kekerasan terhadap anak, baik di lingkungan keluarga juga sekolah, maupun masyarakat.

Dalam kesempatan itu, anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Maryam, S.H., M.H, dalam penugasannya mengatakan persoalan anak merupakan hak tanggung jawab bersama yang harus menjadi perhatian serius seluruh elemen masyarakat.

“Acara ini sangat penting untuk kita memperjuangkan hak-hak anak kita. Kita harus peduli dengan generasi penerus, terutama anak-anak yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Persoalan anak di Babel menjadi tantangan kita bersama untuk menjaga generasi masa depan ini,” jelas Maryam.

Maryam juga mengingatkan pentingnya peran keluarga sebagai pondasi utama dalam membentuk karakter dan masa depan anak.

“Orang tua jangan acuh dengan situasi sekarang. Keluarga adalah pendidikan utama untuk anak. Dari keluarga lahir karakter, kasih sayang, dan perlindungan yang menentukan masa depan mereka,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas DP3ACSKB Pangkalpinang, Dr. Erwandi, menyoroti fenomena kekerasan terhadap anak yang dinilai masih banyak terjadi, namun belum seluruhnya terungkap ke publik.

“Fenomena kekerasan terhadap anak adalah fenomena gunung es. Banyak kasus yang belum terlihat atau belum terungkap. Oleh karena itu, diharapkan pertemuan ini menjadi atensi bersama agar kita dapat semakin peduli dan aktif menjaga anak-anak kita dari perilaku kekerasan,” jelasnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus bergerak dan mengambil peran dalam menjaga generasi muda.

“Hidup ini seperti naik sepeda, jadi kita harus tetap bergerak. Marilah kita jaga anak-anak kita karena mereka adalah generasi penerus. Jaga Bumi Serumpun Sebalai agar tetap menjadi tempat yang aman dan juga nyaman bagi tumbuh kembang anak,” terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ipda Hariyadi, S.H., mewakili Kasatgaswil Kep. Babel Densus 88 AT Polri, menjelaskan Fenomena sekarang adalah anak yang terpapar ideologi ekstrem, oleh karena itu kolaborasi dari lintas sektor sangat penting dilakukan demi menyelamatkan masa depan anak-anak Indonesia yang secara khusus di Bangka Belitung.

Menurutnya, pencegahan kekerasan terhadap anak tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan harus membutuhkan dukungan, keterlibatan seluruh elemen dan unsur masyarakat.

“Semua pihak harus hadir dan dapat mengambil peran agar anak-anak kita mendapatkan perlindungan, pendidikan, dan lingkungan yang sehat untuk terus tumbuh berkembang,” tegasnya.

“Kegiatan advokasi dan sosialisasi ini diharapkan menjadi langkah nyata kita dalam memperkuat komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman, ramah anak, serta bebas dari segala bentuk kekerasan,” tambahnya.

Melalui sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, dan masyarakat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang sehat, cerdas, berkarakter, dan siap menjadi penerus bangsa di masa depan.(AM)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *