BABEL ONLINE II Bangka – Sobat Seni yang tergabung dalam seni kuda lumping Condro Budoyo Desa Penyamun Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka telah di resmikan oleh Camat Pemali Sukma Aditya di kesempatan ini mewakili Bupati Bangka Fery Insani.
Peresmian itu dihadiri Kades Penyamun, Rochani, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Penyamun, Kadus Tutut, Pembina Sobat Seni Kuda Lumping Condro Budoyo Deni Risnaidi dari TNI AL (Lanal Babel) dan Ketua Panitia Pelaksana Mawardi, Minggu (10/1/2026) Siang.
Saat menyampaikan sambutannya, Kades Penyamun, Rochani, menyampaikan bahwa dirinya sebagai Kepala Desa mengapresiasi dengan hadirnya Sobat Seni menampilkan Seni Kuda Lumping Condro Budoyo, untuk pertama kalinya tempatnya di Dusun Tutut, Desa Penyamun, Kecamatan Pemali.
“Saya sebagai kepala desa mengucapkan terima kasih khususnya pak Camat Pemali, hari ini hadir dihadapan kita yang sebentar lagi akan membuka sekaligus meresmikan seni kuda lumping, condro budoyo,” jelas Rochani.
Dikatakan Rochani, Seni Kuda Lumping ini merupakan Seni dari warisan leluhur yang ada di pulau Jawa khususnya. Jadi bukan semata-mata hanya untuk hiburan semata, akan tetapi merupakan jati diri dan budaya yang sudah terbangun sejak dahulu. Dan Condro Budoyo, merupakan nama khas dari Seni Kuda Lumping dari Sekretariat Sobat Seni yang sebentar lagi akan di resmikan.
“Seni ini merupakan warisan dan budaya dari leluhur, khususnya berasal dari pulau Jawa. Dan mengandung nilai sejarah dan kebersamaan, kedisiplinan, serta jati diri Bangsa. Oleh karena itu, Sobat seni Condro Budoyo ini, patut kita berikan apresiasi dan patut kita banggakan,” ungkapnya.
Sementara itu Camat Pemali, Sukma Aditya, mewakili Bupati Bangka, saat meresmikan Sobat Seni Condro Budoyo, menyampaikan Pemerintah Desa, Pemerintah Kecamatan, dan Pemerintah Kabupaten mendukung dan akan terus mensupport kegiatan-kegiatan positif, dalam hal ini Seni Budaya Condro Budoyo dari Sobat Seni Desa Penyamun.
“Bahwasanya seni budaya kuda lumping ini bukan seni yang mungkin pada saat saya pribadi masih kecil pernah ikut. Kebetulan saya juga berasal dari suku Jawa, kebetulan tinggal di lingkungan Kampung Jawa yang ada di Sungailiat,” kata Adit.
Menurutnya, budaya Kuda Lumping yang merupakan budaya dan tradisi yang telah mengakar di sebagian besar masyarakat yang ada di pulau Jawa. Dan banyak pesan moral dan perjuangannya.
“Jadi mohon, seperti kita ketahui bersama, seni kuda lumping ini merupakan seni dan budaya yang menggambarkan pesan moral dan penuh perjuangan. Tradisi dan budaya kuda lumping hingga kita masih terus kita lestarikan dan kita berdayakan. Maka dari itu, atas nama pribadi dan juga Pemerintah daerah saya meresmikan sobat seni Condro Budoyo hari ini,” tukasnya. (AM)

















