BABEL Online II Kabupaten Bangka – Tidak lama lagi Kabupaten Bangka khususnya Kota Sungailiat bakal ada konser kebudayaan menonjolkan perpaduan seni musik maupun seni tari tradisional kental dengan nuansa khas Bangka Belitung yang di kenal sebagai konser Bedincak Bedaek, Kamis (9/7/2026).
Rencananya konser tersebut akan di selenggarakan di Taman Hiburan Rakyat (THR) Sungailiat, mulai pada tanggal 15 sampai dengan 19 Juli 2026 mendatang.
Adapun dalam gelaran acara konser Bedincak Bedaek tersebut, nantinya akan melibatkan lebih kurang sekitar 100 orang lebih, terdiri dari seniman, musisi lokal, penari lokal, serta para tenaga pendukung dari pertunjukan yang akan di tampilkan.
Dalam penjelasannya, pimpinan produksi konser Bedincak Bedaek, Juwita Handayani, menyampaikan kegiatan konser Bedincak Bedaek ini mendapatkan support dan dukungan langsung kementerian Kebudayaan Republik Indonesia (RI) melalui dana atau program penerima manfaat dari dana Indonesia Raya.
“Sekitar 50 orang pelaku seni akan terlibat dalam kegiatan ini, penyanyi lokal berasal dari seputaran Bangka Belitung. Program dana Indonesia raya dari kemenbud RI ini di tujukan khusus untuk para pelaku seni dan budaya di seluruh Indonesia. Dengan cara mengajukan proposal langsung ke kemenbud RI,” terang Juwita.
“Alhamdulillah, dengan proses yang cukup panjang yang juga melelahkan kita semua (tim) akhirnya kita telah berhasil mendapatkan dana tersebut melalui Bang Wanda Sona, sebagai penggagas dan juga inisiator dalam perencanaan kegiatan untuk konser bedincak bedaek ini,” tambahnya.
Sementara itu, Wanda Sona, sebagai penggagas sekaligus inisiator, juga sebagai penerima manfaat program dana Indonesia Raya, menjelaskan secara hierarki pengertian Bedincak adalah Menari. Sedangkan Bedaek adalah Bersenandung.
“Dan yang lalu kami artikan dengan pertalian kata yang tidak terpisahkan dengan penyebutan langsung seperti bedincakbedaek.Yang berkolaborasi dengan seni tari, lagu daerah, budaya seni melayu asli dari daerah Bangka Belitung,” ucap Wanda.
Selain itu, menampilkan karya-karya dari Maestro ternamaan dari daerah, Bangka Belitung, seperti karya dari orang tua, almarhum Baijuri Tarsa. Dengan iringan alat musik Dambus. Maupun dari karya seniman-seniman lokal lainnya.
“Dengan kata lain nantinya kita akan menampilkan lagu-lagu daerah atau karya-karya dari almarhum ayah saya bapak Baijuri Tarsa, serta dari karya karya saya sendiri,” tukas Wanda.

















