banner 728x250
Berita  

Biaya Operasional Pengerukan Alur Muara Jelitik, Berasal dari Uang Iuran Ponton PIP

banner 120x600

BABEL Online II Bangka – Salah satu CV Mitra PT Timah Tbk mengungkapkan bahwa aktivitas penambangan di dalam kawasan IUP PT Timah di Alur Muara Jelitik jenis Ponton Isap Produksi (PIP) setiap unitnya perminggu dipungut iuran yang mana sebagian besar di gunakan membantu operasional pengerukan Alur Muara Air Kantung, Jelitik.

Hal tersebut di jelaskan oleh HSN (44) yang merupakan Mitra PT Timah dari CV TGP atas adanya pemberitaan Media Online yang telah menyudutkan pihak Mitra dan PT Timah, Sabtu (25/4/2026).

Kepada Babel Online, HSN mengatakan bahwa ada hal-hal yang perlu di luruskan dari adanya pemberitaan dari salah satu Media Online, terkait beberapa hal yang menurut HSN perlu di jelaskan.

Pertama, sebagai Mitra PT Timah, dari CV TGP menjelaskan bahwasanya ada informasi terkait dengan cantingan yang berada di Ponton PIP Muara Air Kantung Jelitik, beraktivitas dalam IUP PT Timah, jelas informasi tersebut sangat keliru sekali.

“Disini saya jelaskan, untuk cantingan itu sudah tidak ada lagi, sudah kami setop atau hentikan. Saat ini kami pun sudah memberlakukan iuran, per unit dan itu di dilaksanakan perminggu,” kata HSN.

“Kalau bahasanya disini mungkin untuk pengerukan alur muara. Dan kami tidak sepenuhnya, hasil dari iuran tadi untuk pengerukan alur muara. Dan kami sadar, hasil dari pungutan yang kami lakukan, tidak akan mampu untuk pelaksanaan pengerukan alur muara, disitu sudah ada alat berat yang di bantu oleh PT Timah,” tambahnya.

HSN menilai, dari hasil pungutan iuran tadi juga digunakan dalam membantu operasional alat berat yang telah dibantu oleh PT Timah tadi, seperti pembelian BBM, gaji operator alat berat (PC) dalam melakukan pengerukan Alur Muara Air Kantung.

“Iuran yang telah kami pungut, dan juga terkait penggunaan anggaran iuran tadi, semuanya kami catat serta kami rekap untuk laporan nantinya. Dan PT Timah juga selaku pemilik IUP tidak keberatan dengan adanya pungutan iuran yang kami lakukan, karena sebelumnya sudah ada pemberitahuan resmi kepada pihak PT Timah,” ungkap HSN.

Dikatakan HSN, PT Timah sebenarnya sangat terbantu sekali dengan adanya pungutan iuran tadi, untuk membantu operasional alat berat dalam melakukan pengerukan di Alur Muara Jelitik.

“PT Timah hanya membantu alat berat saja, untuk melaksanakan pengerukan di alur muara. Sedangkan untuk biaya operasional, tidak ada sama sekali. Jadi dengan pungutan iuran itulah, kita dapat membantu operasional alat berat tadi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, HSN menjelaskan untuk pungutan iuran tadi, semuanya menjadi tanggung jawab HSN. Tidak benar kalau ada narasi berita, yang menyampaikan hasil iuran di setorkan kepada oknum.

“Semua uang hasil pungutan iuran tadi, seluruhnya di setorkan ke saya. Untuk semua laporannya, baik jumlah hasil dari iuran yang di lakukan perminggu serta uang pengeluaran semuanya tercatat dan ada rekapannya. Kalaupun ada suku cadang PC rusak atau pembelian oli PC juga menggunakan uang hasil pungutan iuran tadi,” tuturnya.

Ditambahkan HSN, sebagai bagian dari Mitra PT Timah, tidaklah mungkin tidak membantu PT Timah. Karena PT Timah sudah membantu dengan menyediakan PC untuk melakukan pengerukan Alur Muara Air Kantung.

“Intinya, kami sebagai mitra harus saling membantu. PT Timah sudah membantu kami dari segi regulasi perijinan SPK dan juga pengawasan kerja kami dalam IUP milik mereka. Termasuk, pengerukan di alur muara Jelitik Sungailiat. Kita hanya bisa membantu biaya operasional serta gaji untuk operator PC, termasuk untuk pembelian suku cadang PC yang rusak dan oli serta BBM PC,” tukasnya. (AM)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *