banner 728x250

Dalam Menyerap Aspirasi Masyarakat Air Ruai, 3 Anggota DPRD Ini Hadirkan Dinas DPKP Provinsi

banner 120x600

BABEL Online II Kabupaten Bangka – Dalam kegiatan Reses masa sidang II tahun sidang II 2026, 3 orang anggota DPRD Provinsi Bangka Belitung daerah pemilihan (Dapil) Kabupaten Bangka ini sengaja menghadirkan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP), Sabtu (16/5/2016) Sore.

Dalam menyerap aspirasi masyarakat di Desa Air Ruai, Kecamatan Pemali, DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung itu, terdiri dari, Drs Rustamsyah, Himmah Olvia, S. pi, (Komisi II) serta Sesilia Rizki, S. Sos, (Komisi I) sepakat menampung semua masukan, usulan, serta aspirasi dari masyarakat yang telah disampaikan kepada mereka.

Sedangkan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) diwakili oleh bidang Peternakan maupun Pertanian.
Pada kesempatan tersebut, kelompok tani yang berasal dari Sugeng Makmur menyampaikan 3 permasalahan kepada ke-tiga anggota DPRD Provinsi Bangka Belitung.

Pertama terkait dengan bagaimana cara untuk mendapatkan bibit kelapa sawit.
Kedua, mengapa petani kelapa sawit itu susah sekali untuk mendapatkan pupuk subsidi dari pemerintah. Ketiga terkait dengan permasalahan jembatan di Dam I khususnya Desa Air Ruai, hingga kini belum ada tindak lanjut penanganannya.

Saat di konfirmasi Babel Online, anggota DPRD Provinsi Bangka Belitung, berasal dari Fraksi Gerindra, Himmah Olvia, S. pi, menyampaikan, bagi warga masyarakat ataupun kelompok tani mau mendapat bantuan bibit kelapa sawit di persilahkan untuk mengajukan kepada pihak Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Bangka Belitung.

“Silahkan kepada masyarakat maupun kelompok tani, mengajukan proposal kepada dinas DPKP Provinsi Bangka Belitung. Karena kami kemarin komisi II DPRD, telah menganggarkan bantuan untuk bibit kelapa sawit,” terang Ahim.

Kemudian berkaitan dengan pupuk subsidi, politikus muda ini menjelaskan  Pemerintah telah mengalokasikan bagi 10 komoditas Pertanian strategis yang mendapatkan alokasi bantuan pupuk subsidi, dari 3 sektor antara lain untuk tanaman pangan, Holtikultura, maupun perkebunan.

Sektor Tanaman Pangan :
Padi,.Jagung, Kedelai, Singkong (Ubi Kayu). Hortikultura : Cabai dan Bawang Merah serta Bawang Putih. Perkebunan:
Tebu (Tebu Rakyat), Kakao, Kop.

“Jadi untuk tanaman sawit karena tidak termasuk dalam 10 komoditas strategis tanaman pertanian, maka alokasi pupuk subsidi khususnya untuk kelapa sawit tidak diberikan,” ungkapnya.

Terakhir Ahim, menyampaikan berkaitan dengan jembatan di Dam I Desa Air Ruai tersebut, bahwa status jembatan dam I tersebut menjadi kewenangan dari pihak Kabupaten. Maka pihak Provinsi tidak mungkin akan menganggarkan bantuan untuk jembatan bukan kewenangan dari Provinsi.

“Tapi nantinya akan kami optimalkan dengan bantuan DABA. Maka kita akan berupaya juga nantinya, akan tetapi kita juga akan mendorong untuk Kabupaten melalui kawan-kawan DPRD serta pihak stakeholder terkait lainnya,” jelas Ahim.

Sementara itu, Sesilia Rizki, dari Fraksi Golkar anggota Komisi I, mengatakan terkait masukan dan juga usulan dari masyarakat berkaitan dengan rencana untuk pembangunan Taman Pendidikan Al Quran (TPA) yang telah disampaikan tadi, memang setiap anggota DPRD dari Provinsi Bangka Belitung itu mempunyai dana Pokir sebesar Rp 1 Milyar.

“Tetapi tidak semua proposal dan juga usulan yang disampaikan kita akomodir. Karena yang akan kita bantu, skalanya prioritas penting dan mendesak. Kami juga harus survei ke lapangan, apakah benar-benar layak dan kita bantu atau tidak. Saat inipun sudah ada 3 proposal yang sudah kami terima, nantinya setiap proposal masuk kita seleksi lebih dulu,” tukasnya. (AM)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *