banner 728x250

Formanpis Bangka Prihatin Kondisi Alur Muara, Akibat Pendangkalan Kapal Nelayan Karam

banner 120x600

BABEL ONLINE II Bangka – Forum masyarakat nelayan pesisir (Formanpis) sangat prihatin dengan kondisi yang terjadi di Alur Muara Air Kantung Jelitik Sungailiat. Hal tersebut pun diakibatkan karena adanya pendangkalan sehingga puncaknya hari ini terdapat 2 kapal nelayan yang karam dan satunya pecah yang menyebabkan hasil tanggapan ikan (dalam Fiber-red) terjatuh ke laut.

Informasi tersebut disampaikan langsung oleh ketua Formanpis Kabupaten Bangka, Heri Ramadhani, kepada Babel Online, saat dikonfirmasi, Jum’at (9/1/2026) Siang.

Dikatakan Heri, ke-dua kapal nelayan baru saja mau pulang dari melaut serta hendak masuk melalui Alur Muara Air Kantung.

“Karena cuaca ekstrim yang diperparah oleh adanya pendangkalan yang terjadi di Alur Muara air Kantung maka dari itulah 2 kapal nelayan yang baru pulang dari melaut jadi karam. Satunya pecah dan mengakibatkan hasil tanggapan ikan yang berada dalam fiber terjatuh ke laut. Kalau sudah seperti ini siapa yang mau di persilahkan,” jelas Heri.
Dikatakan Heri, dirinya bersama nelayan saat ini menagih janji dari Gubernur Bangka Belitung. Sebelumnya, Gubernur pun pernah berjanji saat mengecek Alur Muara Jelitik beberapa waktu yang lalu sekitar, tepatnya sekitar bulan Maret tahun 2025. Dan juga pada saat silaturahmi Formanpis Bangka ke tempat Gubernur. Beliau mengatakan untuk Alur Muara Air Kantung Jelitik, Sungailiat ini ke depan akan segera di keruk. Beliau pun rencananya segera menunjuk perusahaan yang akan mengerjakan Alur Muara Jelitik.

“Saya pun berharap kepada pak Gubernur, kalau memang ada perusahaan yang telah di tunjuk, untuk segeralah mengeruk Alur ini. Ini untuk kepentingan nelayan pesisir kita, karena seperti kita ketahui bersama bahwa Alur Muara Jelitik merupakan akses ke luar masuknya kapal nelayan, baik yang mau melaut maupun yang pulang dari laut,” terang Heri.

Ditambahkan Heri, bahwa dirinya sempat mengirim pesan Via WhatsApp langsung kepada Gubernur Bangka Belitung, Hidayat Arsani. Dan Akhirnya Gubernur menelpon langsung dirinya.

“Beliau tanya ada apa?! saya bilang bahwa ada kapal nelayan kita yang karam dan juga satunya pecah. Saya bilang lagi bahwa jadi penyebabnya itu diakibatkan oleh adanya pendangkalan. Yang diperparah lagi adanya cuaca buruk/ekstrim. Apalagi depan Alur Muara Jelitik, terdapat puluhan TI ponton yang beraktivitas di IUP PT Timah Tbk. Dan jelas dampak dari penambangan tersebut, Alur Muara jadi dangkal. Dan selama ini yang pernah mengerjakan pengerukan pada Alur Muara Jelitik hanyalah PT Pulomas,” ungkap Heri.

Sementara itu, koordinator nelayan juga merangkap pengurus Formanpis, Akbar, mengungkapkan bahwa adanya aktivitas tambang TI ponton yang berada di depan Alur Muara Jelitik, menyebabkan terjadinya pendangkalan. Walaupun TI ponton berada di IUP PT Timah Tbk, kalau pun tidak ada pengerukan dilakukan di Alur Muara Jelitik, jelas akan terus terjadi pendangkalan.

“Kalau Alur Muara Jelitik tidak segera kita keruk, sedangkan TI ponton terus aktivitas, sama saja kita menggali kuburan nelayan kita. Kenapa, karena apabila ombak datang dari tengah laut, saat air pasang laut naik, pasir tailing dari tambang TI ponton akan segera menepi, mengakibatkan terjadinya pendangkalan di bibir Alur Muara Jelitik,” kata Akbar.

Dijelaskan Akbar, kalau sudah terjadinya bencana, baik itu kapal karam serta kapal pecah, siapa yang mau di persalahkan. Dan siapa yang mau tanggung jawab.

“Maka dari itulah, dirinya berharap kepada pihak Pemerintah daerah, baik Provinsi dan Kabupaten untuk segera memikirkan solusi agar ke depan jangan lagi adanya kejadian serupa terjadi. Atas kejadian pada hari ini, dirinya bersama kawan-kawan nelayan pun bahu-membahu untuk menarik kapal yang karam tadi dan telah di tempatkan di depan pos sandar Polairud Polda Bangka Belitung di Sungailiat,” tukasnya. (AM)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *