BABEL Online II Belitung – Dalam rangka memperingati hari jadi Kota Tanjungpandan yang ke-188 juga bertepatan pada hari Bhayangkara ke-80, Satgaswil Kepulauan Bangka Belitung Densus 88 AT Polri terus memperkuat sinergitas bersama Pemerintah Kabupaten Belitung dan juga Lembaga Adat Melayu Belitong.
Hal tersebut sebagai bagian upaya pencegahan intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET) melalui pendekatan budaya dan kearifan lokal.
Momentum tersebut juga ditandai penyerahan Piagam Penghargaan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia kepada Ketua Lembaga Adat Melayu Belitung, Achmad Hamzah, yang dilaksanakan di Kantor Bupati Belitung pada, Rabu (1/7/2026).
Piagam penghargaan diserahkan oleh Kasatgaswil Kepulauan Bangka Belitung Densus 88 AT Polri, AKBP Maslikan, S.Sos., M.Si., didampingi Bupati Belitung, H. Djoni Alamsyah Hidayat, S.Sos, yang disaksikan oleh Wakil Bupati Belitung, Forkopimda, dan jajaran Pemerintah Kabupaten Belitung, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tamu undangan.
Piagam penghargaan ditandatangani oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi aktif dari Lembaga Adat Melayu Belitung dalam hal mendukung tugas Polri, khususnya SGW Kepulauan Bangka Belitung Densus 88 AT Polri.
Melalui penguatan kolaborasi dalam pencegahan intoleransi, radikalisme, ekstremisme, terorisme di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Dalam arahannya, AKBP Maslikan, S.Sos., M.Si. menyampaikan bahwa keberhasilan dan upaya pencegahan IRET tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi memerlukan keterlibatan dari semua elemen masyarakat, termasuk juga lembaga adat yang mana memiliki pengaruh besar dalam menjaga nilai-nilai budaya, persatuan, dan kerukunan.
“Lembaga adat merupakan mitra strategis Polri dalam memperkuat ketahanan masyarakat terhadap pengaruh dari paham intoleransi dan radikalisme, serta ekstremisme, dan terorisme. Melalui kolaborasi yang telah terjalin, kami berharap nilai-nilai kearifan lokal melayu terus menjadi benteng dalam menjaga persatuan dan keutuhan NKRI,” jelas Maslikan.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat, mengapresiasi atas penghargaan yang telah diberikan Kapolri kepada Lembaga Adat Melayu Belitung.
Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi bukti nyata bahwasanya kolaborasi antara Polri, Pemerintah daerah, dan lembaga adat Melayu.
“Alhamdulillah kitapun telah mampu memberikan kontribusi positif dalam menjaga keamanan, memperkuat persatuan, maupun menanamkan nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Adat Melayu Belitung, Achmad Hamzah, mengucapkan terima kasihnya atas penghargaan yang telah diberikan oleh Kapolri. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi bagi Lembaga Adat Melayu Belitung untuk terus bersinergi bersama Polri dan Pemerintah daerah.
“Kami sangat mengapresiasi atas apa yang telah di berikan pak kapolri dalam menjaga serta melestarikan budaya Melayu sebagai identitas bangsa sekaligus menjadi benteng dalam hal menangkal penyebaran paham yang bertentangan dengan Pancasila,” ucapnya.
Kolaborasi antara SGW Kepulauan Bangka Belitung Densus 88 AT Polri, Pemerintah Kabupaten Belitung, dan juga Lembaga Adat Melayu Belitung selama ini telah diwujudkan melalui berbagai kegiatan edukasi maupun kebangsaan, dialog bersama tokoh adat, sosialisasi pencegahan IRET, serta penguatan nilai-nilai budaya Melayu sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa.
Melalui momentum hari jadi Kota Tanjungpandan ke-188 dan hari keluarga Nasional yang bertepatan dengan Hari Bhayangkara ke-80 ini diharapkan sinergitas antara Polri, pemerintah daerah, seluruh elemen masyarakat semakin kokoh dalam menjaga situasi keamanan maupun ketertiban masyarakat yang secara kondusif.
Serta dapat mewujudkan Kabupaten Belitung dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang aman, damai, dan terbebas dari paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, maupun terorisme. (AM)

















