banner 728x90

Densus 88 AT Polri Gelar Sosialisasi, Cegah Radikalisme Kepada Pelajar SMP di Pangkalpinang

banner 120x600

BABEL Online II Pangkalpinang – Dalam rangka memperkuat ketahanan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap adanya pengaruh dari paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET).

Tim Pencegahan Satgaswil Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Densus 88 AT Polri melaksanakan kegiatan Vaksinasi Sosialisasi Kebangsaan (Sosbang) kepada para pelajar untuk tingkat SMP, Jum’at (17/7/2026).

Kegiatan diawali dengan sambutan kepala SMPN 1 Kota Pangkalpinang, Jamhari. Dalam sambutannya ia pun menyampaikan bahwa pelajar memiliki peran strategis sebagai generasi penerus bangsa yang harus dibekali dengan adanya pemahaman kebangsaan maupun kemampuan menyaring informasi di era digital agar tidak mudah terpengaruh oleh paham yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

“Kami berharap para siswa-siswi kita khususnya di SMP 1 Pangkalpinang, dapat memahami materi yang akan disampaikan, terkait dengan faham intoleransi, radikalisme, ekstermisme maupun terorisme,” jelas Jamhari.

Sementara itu, tim Pencegahan dari Satgaswil Provinsi Bangka Belitung Densus 88 AT Polri menyampaikan terkait materi sosialisasi ini bertajuk “Radikalisasi Digital Anak” adalah ancaman tersembunyi khususnya Media Sosial (Medsos) dan peran pelajar dalam pencegahan Paham IRET.

“Materi yang kita sampaikan hari ini, meliputi IRET. Dalam karakteristik paham radikal, proses radikalisasi pada anak dan juga remaja, serta berbagai modus perekrutan yang memanfaatkan medsos maupun platform digital,” ungkap anggota Satgaswil.

Selain memberikan pemahaman mengenai ancaman radikalisme, narasumber juga menjelaskan faktor-faktor yang menyebabkan anak dan remaja rentan terpapar paham radikal, disertai studi kasus perekrutan melalui Media Online sebagai bentuk edukasi agar para pelajar dapat mampu mengenali dan menghindari berbagai bentuk adanya propaganda di ruang digital.

Dalam kegiatan sosialisasi itu turut disampaikan juga materi mengenai bahaya dari perundungan (bullying), sebagai salah satu persoalan yang dapat mempengaruhi kondisi bagi psikologis pelajar.

“Peserta kita berikan pemahaman mengenai dampak yang ditimbulkan. Maupun langkah-langkah yang perlu kita lakukan apabila menjadi korban dan saksi dari tindakan perundungan dan juga pentingnya membangun lingkungan pendidikan (sekolah) kita yang aman, nyaman, dan juga saling menghargai,” Jelasnya.

Tim Pencegahan Satgaswil Bangka Belitung Densus 88 AT Polri juga memaparkan perkembangan trend adanya modus perekrutan kelompok terorisme, semakin memanfaatkan Media Online dan permainan daring (online game) dengan menyasar remaja yang sedang berada pada fase pencarian jati diri.

“Selain itu, kita sampaikan kelompok tersebut menjadikan perempuan dan anak-anak sebagai sasaran maupun pelaku dalam aksi-aksi terorisme,” ucapnya.

Senada dengan hal tersebut selaku Samsudin tokoh agama khususnya di Kecamatan Rangkui, Samsudin, mengatakan generasi muda harus memiliki wawasan kebangsaan serta semangat nasionalisme, menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi yang sesuai dengan kehidupan bermasyarakat.

“Para pelajar juga diharapkan dapat menjadi agen penyebar pesan-pesan perdamaian, berperan aktif di dalam mencegah penyebaran dari adanya faham intoleransi, radikalisme serta ekstremisme, dan terorisme khusus lingkungan sekolah maupun warga masyarakat,” tukasnya. (AM)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *