BABEL Online II Kabupaten Bangka – Sebanyak 384 santri maupun santriwati berasal dari Lembaga Pendidikan Qur’an (LPQ) serta Madrasah Diniyah (MADIN) di bawah naungan Kementerian Agama Kabupaten Bangka tahun 2026 telah di wisuda, Sabtu (20/6/2026) Pagi.
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Pendidikan Quran (FKPQ) dan Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT).
Hadir dalam acara tersebut, Staf Ahli bidang pembangunan manusia dan juga kebudayaan, Arman, Kasi PD Pontren Kemenag Bangka, Sopianto Suwari, lalu Kasi Binmas Polres Bangka, Sumarjan, Ketua FKPQ dan PKDT, Hatta Budianto sekaligus Ketua panitia pelaksana, serta Perwakilan Kecamatan Sungailiat.
Dalam penjelasannya, ketua pelaksana kegiatan, Hatta Budianto, sekaligus ketua FKPQ dan FKDT, menyampaikan bahwa para santri dan santriwati yang di wisuda hari ini berasal dari perwakilan Kecamatan yang berada di Kabupaten Bangka. Dari tingkat LPQ serta tingkat MADIN di bawah naungan Kementerian Agama Kabupaten Bangka.
“Adapun jumlah santri dan santriwati secara keseluruhannya sebanyak 384 orang untuk tahun 2026 ini,” jelas Hatta.
Lebih lanjut, Harta, mengapresiasi para ustadz dan ustadzah yang mana telah memberikan pendidikan maupun juga sebagai pengasuh bagi para santri dan santriwati ini selama menempuh jalur pendidikan di bawah lembaga LPQ dan MADIN.
“Kita selama ini sama-sama berjuang dengan penuh semangat mendorong peningkatan pendidikan agama dan keagamaan Islam di Kabupaten Bangka bersama dengan pemerintah daerah dan juga kementerian agama khususnya di Kabupaten Bangka,” ungkap Hatta.
“Kepada segenap elemen masyarakat tentu kami juga menghimbau agar untuk selalu mendorong semangat khususnya bagi anak-anak kita untuk mencintai pendidikan agama dan juga keagamaan Islam untuk menjadikan generasi yang gemilang dan cemerlang untuk di masa mendatang,” tambahnya.
Hatta pun berharap, kepada para santri dan santriwati hari ini telah di wisuda tidak hanya pelaksanaannya itu secara seremonial saja, tetapi jadikan sebagai motivasi dan momentum melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi lagi untuk kedepannya.
“Harapan ke depan, tentunya kita pun sangat berharap agar santri maupun santriwati ini nantinya menjadi generasi yang qura’ni dan berakhlakul karimah,” tuturnya.
Sementara itu, Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag Bangka, Sopianto Suwari, pun menyampaikan terkait Asta Protas dari Kementerian Agama, yang di lanjutkan hingga ke jajarannya yang ada di daerah, menjelaskan ada 8 program terdapat di tahun 2025-2029, salah satunya adalah ramah anak.
Kementerian Agama pusat meminta kepada lembaga pendidikan Agama dan keagamaan yang ada di daerah maupun termasuk Madrasah juga menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah anak baik santri maupun santriwati.
“Maksudnya ramah anak ini adalah tidak ada lagi kasus-kasus yang terjadi dapat menimpa anak-anak kita khususnya di lembaga pendidikan keagamaan serta pondok pesantren. Seperti perundingan, bullying, kekerasan fisik, dan pelecehan seksual terhadap anak,” kata Sopianto.
“Kemenag Bangka, sangat konsisten untuk menetapkan instruksi tersebut, dari segi pengawasan dan monitoring juga selalu di ingatkan kepada lembaga pendidikan keagamaan maupun pondok pesantren berada di bawah naungan dari Kemenag Bangka,” tukasnya. (AM)

















